The transnationalisation of competing sate projects: carbon offsetting and development in Sumatra’s coastal peat swamps

Hein, Jonas / Heiko Faust / Yvonne Kunz / Rina Mardiana
Externe Publikationen (2018)

published on Antipode 24 January 2018


Indonesia’s peatlands can be considered as conflict arenas where different state projects and actors compete. The case presented here stands for a new conservation controversy. The Berbak Carbon Initiatives overlap with a settlement project, inducing struggles among different state apparatuses, transnational actors, and peasants. This article is based on a novel conceptual approach building on political ecology, politics of scale and state theory for investigating divergent and transnationalised state projects. Empirically we draw on qualitative research conducted in the province of Jambi, Suma-tra. We argue that the territorial conflicts mirror the contradictory interests of different state apparatuses influenced by conservation-oriented and development-oriented actors in society but also by supra-national planning institutions. In our case, the contestation becomes visible through inconsistent notions of development and property. We show how political change challenges the implementation of a forest carbon project, illustrat-ing the high risks of mitigating climate change through offsetting.

Lahan gambut di Indonesia dapat dianggap sebagai arena konflik dimana berbagai proyek negara dan para aktor bersaing. Kasus yang disajikan di sini merupakan sebuah contoh kontroversial baru dalam hal konservasi. Inisiatif Karbon Berbak tumpang tindih dengan sebuah proyek pemukiman yang memicu keributan antara berbagai aparat negara, aktor transnasional, dan petani. Artikel ini didasarkan pada pendekatan konseptual baru yang berdasarkan ekologi politik, politik skala dan teori negara untuk menyelidiki proyek-proyek negara yang makin senjang dan bersifat transnasional. Secara empiris kami melakukan penelitian kualitatif di Provinsi Jambi, Sumatera. Kami berpenda-pat bahwa konflik teritorial mencerminkan kepentingan aparat-aparat negara yang kon-tradiktif yang dipengaruhi oleh aktor masyarakat yang berorientasi konservasi maupun yang berorientasi pembangunan, lagipula terpengaruh institusi perencanaan supra nasional.

Dalam kasus kami, persaingan itu kelihatan melalui konsep-konsep pembangunan dan tanah milik yang tidak konsisten. Kami menunjukkan bagaimana perubahan politik men-jadi sebuah tantangan bagi implementasi proyek karbon hutan, yang menggambarkan risiko besar dari mitigasi perubahan iklim melalui kompensasi.

About the author

Hein, Jonas



Further experts

Aleksandrova, Mariya

Climate risk governance 

Dombrowsky, Ines


Hernandez, Ariel

Political Scientiest 

Schoderer, Mirja

Environmental Researcher 

Scholz, Imme